Cara Merawat Jam Tangan Kulit agar dapat Bertahan Lama

Cara Merawat Jam Tangan Kulit agar dapat Bertahan Lama

Aksesoris yang akan selalu dekat dengan setiap orang adalah jam tangan. Jam tangan menjadi aksesoris yang akan dipakai setiap saatnya oleh setiap orang. Aksesoris penunjuk waktu ini tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk waktu, melainkan juga menjadi penunjang penampilang bagi penggunanya. Jam tangan masa kini memiliki varian yang beragam, berdasarkan material, model, dan kualitas yang beragam.

Tidak dapat dipungkiri jam tangan berkualitas dari bahan kulit menjadi jam tangan yang banyak dipilih oleh orang, terutama bagi sebagian orang yang bosan dengan jam tangan berbahan stainless steel. Jam tangan kulit banyak menjadi incaran tidak hanya perempuan melainkan juga laki-laki. Jam tangan berkualitas tinggi dengan bahan dasar kulit menjadi pilihan banyak orang karena ketahanan, kualitas dan fungsionalitasnya yang dapat dikatakan tinggi.

Jam tangan kulit dengan kualitas tinggi tentunya memerlukan perawatan yang berkala. Perawatan untuk jam tangan kulit perlu dilakukan untuk menjaga daya tahan dan kekuatan jam tangan agar dapat semakin lama digunakan. Berkut Zeca Watches akan membagikan cara-cara mudah yang dapat dilakukan untuk merawat dan membersihkan jam tangan kulit:

  1. Simpanlah jam tangan kulit di tempat yang kering.

Cara mudah pertama yang dapat dilakukan oleh pengguna jam tangan kulit adalah dengan menyimpan jam tangan kesayangan anda pada tempat yang bersuhu ruangan normal, pastikan tempat anda menyimpan jam tangan tidak lembab. Tempat yang lembab dapat merusak kulit pada jam tangan anda. Akan jauh lebih baik apabila anda menyimpan jam tangan kulit di dalam laci atau kotak khusus untuk jam tangan. Hal tersebut dapat membuat kulit pada jam tangan anda menjadi lebih tahan lama.

  1. Hindari terkena air secara langsung

Jam tangan anda memiliki klaim bahwa anti air, mesin jam tanganpun tidak akan rusak apabila terkena air. Namun akan lebih baik jika kulit tidak terkena langsung oleh air. Terkena air secara langsung dapat memengaruhi kondisi kulit pada jam tangan anda. Air akan membuat kulit akan mudah terkena jamur. Kulit pada jam tangan dapat menjadi pecah-pecah dan mudah mengelupas apabila terkena langsung dengan air.

Jika jam tangan kulit terkena langsung oleh air anda dapat menggunakan kain kering untuk menyeka kulit agar menjadi kering. Namun tidak jarang air akan terserap ke dalam kulit sehingga sulit untuk diseka menggunakan kain kering. Pada kondisi tersebut anda dapat mengeringkan jam tangan anda menggunakan kipas angina (tidak menggunakan pengering rambut, karena memiliki suhu yang panas).

Apabila anda mudah sekali berkeringat tenang saja karena anda tetap dapat menggunakan jam tangan kulit. Cara mudah yang dapat anda lakukan adalah dengan sedikit longgarkan pengaitnya agar jam tangan tidak terpakai terlalu ketat dan melekat pada kulit. Alasi jam tangan dengan tissue kering saat digunakan juga dapat dilakukan untuk mengatasi pengguna jam tangan kulit yang mudah berkeringat. Dengan alas tissue pada jam tangan anda dapat membuat kulit jam tangan tidak langsung terkena permukaan kulit anda. Sehingga kulit pada jam tangan tidak akan menyerap keringat.

  1. Jauhkan dari asap atau polusi.

Menghindari jam tangan kulit anda dari asap dapur atau asap rokok dapat menjadi salah satu cara yang perlu dilakukan untuk merawat jam tangan kulit milik anda. Asap dan polusi dapat menjadi salah satu penyebab kerusakan pada jam tangan anda. Warna kulit pada jam tangan anda dapat berubah menjadi kusam atau memudar apabla terkena asap atau polusi. Hal tersebut dapat merusak warna asli pada kulit.

  1. Bersihkan kulit pada jam tangan anda secara berkala.

Kebersihan kulit pada jam tangan anda menjadi hal utama yang perlu dijaga. Jika Anda secara rutin dan berkala membersihkan kulit pada jam tangan anda,maka kualitas jam tangan anda kan dapat terjaga dengan baik. Waktu yang dianjurkan untuk membersihkan jam tangan anda adalah sekali dalam seminggu.  

Cara membersihkan jam tangan kulit juga perlu untuk diperhatikan karena kulit tidak dapat secara langsung terkena air. Gunakan kain yang lembab dan berikan satu tetes sabun cuci tangan. Dapat lebih baik apabila anda menggunakan kain jenis microfiber.

  1. Gunakan jam tangan sesuai dengan kondisi dan kegiatan Anda.

Kegiatan pada saat menggunakan jam tangan juga perlu untuk diperhatikan. Jika Anda perlu menggunakan jam tangan pada saat berolahraga hindari menggunakan jam tangan dengan tali berbahan dasar kulit. Pilihlah jam tangan dengan tali berbahan dasar yang mampu terkena air atau keringat jika anda ingin menggunakannya untuk olahraga.

Anda dapat melakukan seluruh cara yang sudah diberikan secara teratur dan berkala untuk tetap menjaga kualitas kulit pada jam tangan anda. Meskipun Anda memiliki jam tangan kulit yang original dan berkualitas tinggi namun, tidak dirawat dengan baik jam tangan anda tidak akan dapat awet dan bertahan lama.

Jam tangan yang dijaga, dirawat dan dibersihkan secara rutin dan teratur akan selalu terlihat bagus. Jam tangan Anda akan selalu terlihat keren apabila terawat dengan baik. Jadi tetap jaga, rawat dan bersihkan jam tangan Anda.

Cara Membedakan Jam Kulit Asli dan Kulit Sintetis

Produk dengan bahan kulit hingga saat ini masih menjadi produk yang berkualitas, memiliki kesan ekskulsif, premium dan memiliki daya tahan yang lama. Namun dengan berkembangnya jaman produk-produk kulit asli semakin banyak digantikan dengan bahan yang sebenarnya adalah kulit sintetis. Tidak sedikit orang yang memang belum mampu membedakan kulit asli dengan kulit sintetis.  Tetapi jika melihat kualitas kulit sendiri tentu tidak perlu dipertanyakan kembali, karena tentunya kualitas kulit asli memiliki daya tahan yang jauh lebih lama dari kulit sintetis.

Jika kulit asli dirawat dengan cara yang benar dan tepat produk dengan bahan kulit asli akan dapat bertahan hingga belasan bahkan hingga puluhan tahun. Kekuatan dari bahan kulit sintetis sendiri tidak dapat menyaingin daya tahan kulit asli, kulit sintetis hanya memiliki daya tahan 25% dari daya tahan kulit asli.

Berikut Zeca membagikan beberapa cara jtu yang perlu dilakukan untuk membedakan produk dengan bahan kulit asli dan kulit sintetis:

  1. Kelenturan kulit

Hal mendasar yang dapat dilihat untuk membedakan kulit asli dan kulit sintetis adalah dengan melenturkan setiap sisi dari kulit. Kulit asli memiliki daya lentur yang maksimal. Buat tekukan berbentuk horizontal dan vertical sehingga membentuk tanda silang (cross). Setelah itu perhatikan bekas dari tekukan tersebut, kulit sintetis akan membentuk bekas tanda silang dari tekukan tersebut. Sedangkan kulit asli tidak akan membentuk bekas, setelah melakukan tekukan tersebut kulit akan kembali kebentuk semula.

 

  1. Tekstur kulit

Mengetahui tekstur kulit menjadi hal penting yang perlu dilakukan. Pada kulit asli akan terasa sensasi tersendiri dari tekstur saat diraba. Kulit asli tentunya memiliki beberapa guratan yang membuat tekstur terasa kasar. Pada beberapa jenis kulit asli lainnya ada yang tidak memiliki tekstur kasar, namun bertekstur halus dengan guratan-guratan yang terbuat alami. Sedangkan kulit sintetis tentunya tidak memiliki guratan yang alami. Kulit sintetis memiliki tekstur yang halus, licin dan berpola karena buatan pabrik. Kulit sintetis akan terasa memiliki tekstur yang rata saat diraba.

 

  1. “Ketidaksempurnaan” pada kulit

Pada dasarnya kulit asli akan memiliki sifat yang tidak jauh berbeda dengan sifat kulit manusia dimana terdapat ketidaksempurnaan di dalamnya. Kulit asli akan memiliki perbedaan warna pada bagian-bagian tertentu, memiliki guratan yang tidak berpola, terdapat goresan, dan kerutan. Hal tidak sempurna tersebut bukan menjadi kekurangan bagi kulit asli justru menjadi poin yang dapat membedakan kulit asli dan kulit sintetis dan juga menjadi sebuah ciri khas pada kulit asli.

Apabila produk dengan bahan kulit justru tidak memiliki poin-poin tersebut dapat dikatakan sebagai produk dengan bahan kulit sintetis. Kulit sintetis akan dibuat dengan sangat sempurna dan tidak memiliki cacat, teksur, guratan dan warna akan dibuat berpola dan sama.

 

  1. Aroma kulit

Seperti yang sudah dibahas pada poin sebelunya bahwa kulit asli memiliki sifat yang tidak jauh berbeda dengan kulit manusia sehingga kulit asli akan memiliki aroma yang khas. Kulit sintetis akan beraroma plastic atau vynil yang berbahan dasar kimia.

 

  1. Uji dengan api (Merusak!)

Cara jitu yang dapat dilakukan untuk membedakan kulit asli dan kulit sintetis adalah dengan membakar kulit dengan api selama sekitar 10 detik. Apabila bahan kulit asli maka kulit tidak akan terbakar seluruhnya, kulit hanya akan terbakar sedikit dan mengeluarkan aroma gosong. Sedangkan pada produk dengan bahan kulit sintetis jika diuji dengan dibakar selama sekitar 10 detik kulit sintetis akan dengan cepat terbakar seluruhnya karena kulit sintetis terbuat dari bahan plastik yang mudah terbakar.

 

  1. Uji dengan air

Tidak hanya dengan api membedakan kulit asli dengan kulit sintetis juga dapat menggunakan air. Kulit asli memiliki daya serap terhadap air. Teteskan sedikit air pada permukaan produk jika menggunakan kulit asli maka air akan menyerap dan meninggalkan bekas namun akan bekas air akan hilang beberapa saat kemudian. Jika air tidak menyerap makan produk tersebut menggunakan bahan kulit sintetis.

 

  1. Harga

Harga dapat menjadi cara terakhir untuk membedakan produk dengan kulit asli atau kulit sintetis. Namun, harga tidak dapat menjadi patokan dalam membedakannya karena tidak sedikit juga produk dengan bahan kulit yang memiliki harga tidak mahal. Tetapi harga produk dengan bahan kulit sintetis memiliki harga yang berbeda kontras dengan produk bahan kulit sintetis.

 

Beberapa cara jitu untuk membedakan produk dengan bahan kulit asli dan kulit sintetis sudah Zeca sampaikan. Semoga cara jitu ini dapat berguna dan dapat diaplikasikan untuk para pencinta produk dengan bahan kulit asli. Bagi para pencinta produk dengan bahan kulit asli yang memiliki cara jitu lainnya dapat membagikan kepada kami melalui kolom komentar.